Kalimat
memiliki beberapa unsur atau unsur sintaksis (jabatan kata atau peran kata)
yang terdiri dari :
- · Subjek (S)
- · Predikat (P)
- · Objek (O)
- · Pelengkap (Pel)
- · Keterangan (Ket)
Nah,
mengapa kalimat (SPOPK) menjadi kajian dalam penulisan ilmiah? Karena melalui
kalimatlah karya ilmiah atau gagasan ilmiah akan ditulis atau
diinformasikan. Kalimat terdiri dari
: huruf, kata, frasa (kelompok kata), tanda baca kadang tidak memiliki makna. Kata dan frasa tidak mempunyai struktur dan tidak dapat mengungkapkan maksud dengan jelas, kecuali sebagai kalimat minor. Contoh : tidak, tidak mau.
: huruf, kata, frasa (kelompok kata), tanda baca kadang tidak memiliki makna. Kata dan frasa tidak mempunyai struktur dan tidak dapat mengungkapkan maksud dengan jelas, kecuali sebagai kalimat minor. Contoh : tidak, tidak mau.
- 1. Pengertian Subjek
Bagian
kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah
yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya berisi
kata/frasa, klausa, frasa verbal. Subjek dapat pula dikenali dengan cara
memakai kata tanya siapa (yang), apa (yang)
kepada PREDIKAT. Jika jawaban tidak logis maka tidak ada Subyek.
- 2. Pengertian Predikat
Predikat
menyatakan keadaan yang dilakukan oleh S, sifat, situasi, status,
ciri atau jati diri S, atau jumlah sesuatu yang dimiliki S. Predikat
adalah bagian kalimat yang menghubungkan antar S dengan O dan K.
Predikat dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia
(kata bilangan), dan nomina (benda).
- 3. Pengertian Objek
Objek
merupakan bagian kalimat yang melengkapi Predikat. Objek pada umumnya
diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak Objek selalu di
belakang Predikat yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan
Objek. Jika Predikat diisi oleh verba INTRANSITIF maka Objek tidak
diperlukan sehingga kehadiran Objek dalam kalimat dikatakan TIDAK WAJIB
HADIR. Namun Objek dapat menjadi Subjek bila dipasifkan.
- 4. Pengertian Pelengkap
Pelengkap
atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi Predikat. Letak
Pelengkap umumnya di belakang Predikat yang berupa verba. Seringkali
kita dibuat bingung antara Pelengkap dan Objek. Satu hal yang perlu
diketahui adalah Pelengkap tidak dapat menjadi Subyek bila
dipasifkan. Jika kalimat ada Objek maka biasanya Pelengkap
terletak setelah (di belakang) Objek. Pelengkap dapat pula diisi oleh
frasa adjektiva dan frasa preposisional.
- 5. Pengertian Keterangan
Keterangan
merupakan bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian
kalimat yang lainnya. Unsur Keterangan dapat berfungsi untuk
menerangkan S, P, O, dan Pel. Posisi keterangan itu bisa di awal,
tengah, dan akhir kalimat.
Ada beberapa macam
keterangan yang perlu kita ketahui, yaitu :
- · Tempat (di, ke, di (dalam), pada)
- · Waktu (pada, dalam, se-, sebelum, sesudah, selama, sepanjang)
- · Alat (dengan)
- · Tujuan (supaya, untuk, bagi, demi)
- · Cara (secara, dengan cara, dengan jalan)
- · Penyerta (dengan, bersama, beserta)
- · Similiatif (seperti, bagaikan, laksana)
- · Penyebab (karena, sebab)
- · Kesalingan (satu sama lain)
0 komentar:
Posting Komentar